Senin, 15 Juni 2015

Proses Pembuatan Kain Tenun

Tenun Rangrang, Tenun Baron, Tenun Songket Bungo Tanjung, Tenun Ikat, Tenun Songket, Tenun Indonesia, Tenun Pahang, Tenun Ikat Bali, Tenun Ikat Ntt, Tenun Ntt, Kain Tenun Songket, Kain Tenun Ulos, Kain Tenun Lombok, Kain Tenun Bali, Kain Tenun Murah


Apakah Sahabat pernah melihat proses pembuatan kain tenun?? Apakah Sahabat tahu berapa lama proses membuat suatu mahakarya yang disebut KAIN TENUN itu??

Untuk memulai proses pembuatan produk kain tenun ikat baik itu yang bermotif batik, grinsing dan juga misris dibutuhkan kesiapan yang matang. Dalam beberapa proses pembuatan sengaja ditampilkan demi menunjang pengetahuan konsumen ataupun calon konsumen produk kain tenun.

Langkah pertama, pada awal proses produksi kain tenun ikat khas Troso ini biasanya dimulai dari penyusunan benang yang ditata rapi berjajar yang lebarnya sampai 180 cm. Proses demikian dalam bahasa jawa biasa dengan “Ngeteng Plangkan”.

Langkah kedua yaitu ‘nali’ atau ‘Gosok’. Pada proses ini, benang yang sudah ditata rapi sedemikian rupa dengan dikaitkan pada Plangkan (-rangkaian kayu membentuk kotak), maka dilakukanlah proses ‘ Nali’ atau mengikat motif dengan tali rafia. Namun ditahun 2011 ini muncul gagasan ide baru dalam proses ‘nali’ ini, gagasan itu adalah “Gosok kain tenun’. proses gosok kain tenun merupakan proses pembuatan motif kain tenun sebelum dilakukan penenunan. Biasanya para perajin kain tenun ikat di desa Troso menggunakan cairan wenter sebagai bahan warnanya.

Langkah ketiga, yakni proses penataan motif. Setelah dilakukan proses pewarnaan motif pada benang yang akan ditenun, maka proses selanjutnya adalah penataan motif. Hal demikian dilakukan untuk mengurutkan motif agar sesuai alur saat di tenun. Biasanya proses ini dilakukan oleh para ahli penata motif tenun.

Langkah keempat adalah proses penenunan, pada proses inilah bentuk kain tenun dapat dilihat hasilnya. Dengan menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), perajin kain tenun ikat Troso biasanya mampu menghasilkan 10 sampai 15 meter kain tenun perhari.

Itulah mengapa kain tenun disebut suatu MAHAKARYA, karena dalam membuatnya dibutuhkan KETELATENAN yang tinggi agar mampu menghasilkannya. Seharusnya harga suatu MAHAKARYA ini dapat bernilai JUTAAN rupiah, tapi demi bisa menjangkau lebih banyak orang untuk mengenalkan dan menggunakan Kain Tenun Asli Indonesia ini maka harganya dibuat agar lebih terjangkau dengan KUALITAS yang sama BAIKnya karena kami telah berpengalaman selama 30 TAHUN dalam menghasilkan Tenun Troso, Tenun Ikat, Tenun Rangrang , Tenun Jepara ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar